Home Kultum Diturutinya Hawa Nafsu Duniawi berakibat tidak Manusiawi

Diturutinya Hawa Nafsu Duniawi berakibat tidak Manusiawi

130
0



Kultum Dzuhur disampaikan oleh ustadz Irwan, MA

Tema : Diturutinya Hawa Nafsu Duniawi berakibat tidak Manusiawi

Surat Al-Ma’idah Ayat 27

۞ وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ


Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”.


Melihat perpecahan umat saat ini yang semakin mengakar. Bahkan keluargapun jadi berantakan lantaran beda pilihan. Fakta ini mengingatkan kita pada kisah perselisihan pertama kali di di dunia, yaitu kisah Qabil dan Habil. Allah berfirman dalam QS. Al Maidah ayat 27 tersebut

Ibnu Abbas berpendapat bahwa kedua orang itu adalah Qabil dan Habil. Habil adalah seseorang yang taat kepada Allah. Adapun Qabil adalah seseorang yang berperilaku sebaliknya. Suatu ketika tersirat dalam hati mereka niat untuk berkurban kepada Allah swt. Maka merekapun melaksanakan niat tersebut dengan cara yang berbeda. Sebagai peternak Habil berkurban dengan seeor kambing miliknya yang paling bagus. Sedang Qabil yang serang petani berkurban dengan hasil panennya yang paling buruk. Akibatnya kurban Habil diterima oleh Allah sedang kurban Qabil tidak. Qabilpun meradang pada Habil.

Dalam Tafsir ibnu kasir Allah menjelaskan bagaimana kesudahan orang yang suka semena-mena, dengki dan berbuat aniaya. Bukan hanya bertindak semena-mena, Qabil membunuh Habil karena rasa dengki iri melihat nikmat yang diberikan Allah kepada orang lain (saudaranya).

Pada awalnya Allah swt menetapkan agar Adam as menikahkan putrinya dengan putranyakarena keadaan yang memaksa. Tetapi ada yang mengatakan setiap kali lahir Adam mendapatkan sepasang anak kembar laki-laki dan perempuan. Pasangn kembar ini harus menikahi pangan kembar yang lain secara silang.

Pasangan kembar dari Habil agak buruk rupa. Sedangkan pasangan kembar Qabil memiliki wajah yang cantik. Qabil ingin menikah dengan pasangan kembarnya itu, bukan Habil saudarnya. Tetapi Adam tidak setuju sebelum mereka mengajukan qurban. Siapa yang kurbanya diterima, dialah yang berhak menikahi kembaran Qabil. Ternyata kurban Habillah yang diterima.

Ibrah dari peristiwa
Allah menurunkan ibrah dari setiap kisah dalam Al-Quran. Ibrah dalam bahasa arab berasal dari ‘Abara yang berarti jembatan penghubung. Dengan mempelajari kisah diharapkan ada jembatan penghubung antara peristiwa masa lalu dan saat ini. Sehingga seseorang dapat mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa masa lalu.

Dari kisah ini betapa orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah tega membunuh saudaranya tanpa perasaan meskipun saudaranya tidak bersalah. Sementara si korban meskipun diancam dengan kematian ia mengatakan tidak akan membalas saudaranya tersebut. Inilah konsekuensi tidak adanya rasa takut kepada Allah. Ketika mereka melakukan kezaliman dan penganiayaan ketidakadilan, mereka pasti akan hancur.

Sabda Rasulullah SAW :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لاَ تَحَاسَدُوْا ، وَلاَ تَنَاجَشُوْا ، وَلاَ تَبَاغَضُوْا ، وَلاَ تَدَابَرُوْا ، وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ ، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا ، اَلْـمُسْلِمُ أَخُوْ الْـمُسْلِمِ ، لاَ يَظْلِمُهُ ، وَلاَ يَخْذُلُهُ ، وَلاَ يَحْقِرُهُ ، اَلتَّقْوَى هٰهُنَا ، وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْـمُسْلِمَ ، كُلُّ الْـمُسْلِمِ عَلَى الْـمُسْلِمِ حَرَامٌ ، دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

Dari Abu Hurairah Radhyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalian jangan saling mendengki, jangan saling najasy, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi ! Janganlah sebagian kalian membeli barang yang sedang ditawar orang lain, dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allâh yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka ia tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, dan menghinakannya. Takwa itu disini –beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kali-. Cukuplah keburukan bagi seseorang jika ia menghina saudaranya yang Muslim. Setiap orang Muslim, haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya atas muslim lainnya.” Muslim (no. 2564).


Ketamakan duniawi juga mengakibatkan kebengisan dan tindakan tidak bermoral pada manusia. Bagi orang yang memiliki keimanan kepada Allah, ridha Allah diatas segala-galanya. Dalam hatinya ia hanya melabuhkan rasa takutya kepada Allah, bukan kepada kematian, kelaparan, atau hal-hal yang dapat memalingkan dari kebenaran.

Kita selalu diperintahkan untuk beribadah sholat dan dalam sholat kita membaca Ihdinashirotul Mustaqim sebanyak 17 kali ini yang wajib belum yang Sunnah.

Allah SWT menegaskan kepada umatnya untuk menggali dan mengetahui serta mengaplikasikan makna dari Shirothol Mustaqim tersebut sampai harus di ulang-ulang. Jika hanya perintah di bibir sekedar Lipstik atau Lifesing saja hanya cukup satu kali. Tetapi Allah SWT menegaskan dengan 17 kali dalam sehari semalam ini ada perintah Agar kita hidup dengan Al Qur’an sebagai petunjuk untuk membedakan baik dan buruk, mana yang harus dilakukan mana yang tidak dilakukan. Tanyakan kepada kita binafsi apakah kita sudah melakukannya dan menghindari dari perbuatannya buruk tersebut.

Islam mengajarkan untuk persatuan dan persaudaraan. Setiap yang mengucapkan syahadah la ilaha illAllah wa anna Muhammad Rasulullah maka dia adalah saudara kita.

Persaudaraan ada beberapa macam, Pertama, persaudaraan sedarah dan sekandung.

Kedua, persaudaraan sewilayah

Persaudaraan seaqidah dan seagama.
Tentunya saudara seakidah dan agama lebih mahal, tinggi dan lebih kuat karena tidak terbangun dari unsur-unsur warna kulit, nasab, negara, darah, dsb, akan tetapi terbangun atas unsur iman, Makna persaudaraan didalam Islam adalah saudara dalam akidah dan agama. Karena sesungguhnya Allah telah mengikat persaudaraan ini dengan iman dan menjadikanya sifat wajib daripada hakekat iman itu sendiri, sebagaimana firmannya dalam Q.S Surat Al-Hujurat Ayat 10

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ


Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Mari kita bersikap Baik Saling menyayangi, Menghormati dan saling Tolong menolong dimuka bumi ini, agar tercipta kehidupan yang baldatun toyyibatun wa Robbun ghopur.

Semoga bermanfaat
Nashrun minallah wafathun Qoriib
Wabasyiril Mu’minin
Wassalamu’alaikum Wr Wb

Previous article3 (Tiga) Jenis Istiqomah yang harus diamalkan untuk selamat Dunia dan Akhirat
Next articleIdeologi Muhammadiyah : Agama bagi para Instruktur

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.