Home Kultum 3 (Tiga) Jenis Istiqomah yang harus diamalkan untuk selamat Dunia dan Akhirat

3 (Tiga) Jenis Istiqomah yang harus diamalkan untuk selamat Dunia dan Akhirat

186
0

Kultum Dzuhur disampaikan oleh Ustadz Dr. Asrori Mukhtarom, MA

Tema : 3 (Tiga) Jenis Istiqomah yang harus diamalkan untuk selamat Dunia dan Akhirat


Surat Hud Ayat 112

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ


Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.


Dalam Al Qur’an ada pesan penting datang dari Allah SWT untuk orang beriman.Mengapa penting ? karena untuk menghadapi dan menjalani kehidupan didunia ini perlu petunjuk agar mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat.

Pesan yang penting dalam Al Qur’an diantaranya yakni Istiqomah.

Apa itu Istiqomah ?
istiqomah adalah selalu berada di jalan yang benar dan lurus tidak belok terhadap perintah Allah SWT dan lurus untuk menjahili larangan-Nya. Jalan yang dimaksud menurut arti istiqomah meliputi lisan, hati, dan perbuatan.

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar

Dari arti istiqomah ini ada beberapa keutamaan yang mengiringinya. Orang yang istiqomah akan selalu dilapangkan rezekinya. Selalu diberi rasa aman dan diangkat kesedihannya. Orang yang istiqomah akan diberi jaminan surga oleh Allah SWT.

Allah SWT sangat mencintai hambanya yang senantiasa istiqomah. Meski perbuatan dari arti istiqomah itu kecil dan sepele, bila dilakukan terus-menerus akan lebih bisa memberikan berkah pada pelakunya.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian dan amal yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari).

Ibnu Abbas memaknai arti istiqomah menjadi tiga bagian. Pertama adalah istiqomah dengan lisan dengan sikap bertahan dengan membaca syahadat. Kedua adalah istiqomah dengan hati yakni dengan melakukan segala dengan disertai niat yang jujur. Terakhir adalah istiqomah dengan jiwa di mana seseorang senantiasa menjalankan ibadah serta ketaatan kepada Allah secara terus menerus.

Menurut Ibnu Rajab Al Hambali, arti istiqomah adalah meniti jalan yang lurus, yaitu agama yang lurus, dengan tanpa membelok ke kanan atau ke kiri. Arti istiqomah mencakup melakukan semua ketaatan yang lahir, batin, dan meninggalkan semua perkara yang dilarang. Maka wasiat arti istiqomah ini mencakup seluruh ajaran agama.

Allah SWT juga berfirman dalam surat Hud ayat 112 untuk memaknai arti istiqomah.

“Maka istiqomahlah (tetaplah kamu pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan.”

An-Nawani memaknai arti istiqomah sebagai tetap di dalam ketaatan. Sehingga arti istiqomah sendiri memiliki pengertian bahwa seseorang senantiasa ada di dalam ketaatan dan di atas jalan lurus di dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

Abu Bakar Ash-Shidiq berpendapat bahwa arti istiqomah adalah perilaku seseorang yang tidak menyekutukan Allah dengan yang lainnya atau tidak berbuat syirik. Menurut Umar bin Khatab R.A., arti istiqomah adalah suatu hal yang harusnya bertahan pada satu perintah dan tidak melakukan suatu apapun yang dilarang.

Sedangkan Usman bin Affan R.A., menyebutkan istiqomah memiliki arti ikhlas. Dan menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib, istiqomah adalah melaksanakan kewajiban yang diperintahkan Allah Swt.

Dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Fushilat ayat 30 yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “ Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka mengatakan: “ Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

Dalam hadis Nabi Muhammad SAW pun menyebutkan perintah istiqomah kepada manusia.


3 Jenis Istiqomah diantaranya :

1. Istiqomah Iman
Seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw: “Ya Rasulullah, tolong ajarkan sesuatu kepadaku yang paling penting dalam islam dan saya tidak akan bertanya lagi kepada siapapun. Nabi Saw. menjawab: “ Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian istiqomah (konsisten menjalankan perintah dan menjauhi larangan).”

Yang paling penting dalam Islam adalah beriman kemudian Istiqomah. Memang bensr iman kadang naik dan turun, iman dapat naik ketika bulan Ramadhan banyak nuansa islami, ceramah, kajian dan sebagainya tapi setelah bulan Ramadhan bisa lemah dan berkurang atau hilang. Maka jaga keimanan dan keistiqomahan kita.


2. Istiqomah dalam ibadah
Dimana dan kapanpun kita harus Istiqomah memelihara taqwa kita dari perintah Allah SWT dan menjalan Sunnah Rasulullah SAW.

Dari Abu Dzar Al Ghifari radhiallahu’anhu, ia berkata: ‘Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan hendaknya setelah melakukan kejelekan engkau melakukan kebaikan yang dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik‘” (HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987, ia berkata: ‘hadits ini hasan shahih’)

3. Istiqomah dalam Akhlak
Situasi apapun keadaan apapun jaga Sikap, perilaku dan Serta Akhlak yang mulia.

Istiqomah dalam niat yang baik, tulus, ikhlas dan sudah kerja keras kadang ada ujian, godaan maka kita harus kuatkan Istiqomah Akhlaq kita setelah itu kita beristighfar karena Allah SWT tahu sebaik-baiknya kita pasti ada kekurangan, kelemahan, kekeliruan walaupun menurut kita sudah maksimal tetapi Setiap insan pernah dan mempunyai kelemahan maka lanjutkan dengan beristighfar memohon ampunatas kekhilafan dan kekurangan kita.

Surat Fussilat Ayat 6

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ ۗ وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِينَ


Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya,

فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ

Dari ayat ini tersebut kita diperintahkan untuk Istiqomah dan istighfar dari kelemahan dan kekurangan kita.

Semoga bermanfaat
Nashrun minallah wafathun Qoriib
Wabasyiril Mu’minin
Wassalamu’alaikum Wr Wb





Previous articleIslam dan Modernitas
Next articleDiturutinya Hawa Nafsu Duniawi berakibat tidak Manusiawi

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.