Home Kultum 3 (Tiga) pesan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW

3 (Tiga) pesan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW

5821
0

Kultum Dzuhur disampaikan oleh Ustadz Sutarji, MM

Tema : 3 (Tiga) pesan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW

Suatu ketika Rosulallah SAW kedatangan tamu, dan Tamu ini bukan main-main ia adalah malaikat Jibril Dan malaikat Jibril berpesan kepada Rosulallah SAW, pesan Nasihat Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dan juga Untuk kita Ummatnya.

Nasihat dalam kehidupan memiliki kedudukan penting saat membimbing jalan kehidupan agar senantiasa terarah dan terbimbing. Mereka yang enggan menerima nasihat bukan tidak mungkin akan semakin jauh dari arahan dan bimbingan.

Oleh karenanya salah satu ciri orang yang tidak rugi/merugi adalah yang saling nasihat menasihati sebagaimana firman Allah dalam Qs Al-Ashr ayat 1-3.

Rasulullah SAW menerima nasihat yang diberikan malaikat Jibril dalam hadits yang diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ

“Jibril mendatangiku lalu berkata, “Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati, cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.” (H.R. Ath-Thabarani, Abu Nu’aim dan Al-Hakim)

Nasihat pertama,

“Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati!”.
Terserah kita menjalani hidup mau Sholat atau tidak, mau menjadi manusia baik tau jahat, mau Puasa atau tidak, bagi orang kaya mau zakat apa tidak, tapi ingat kehidupan manusia akan ada batasnya yakni  kematian, dan diciptakannya manusia untuk beribadah sebagaimana firman Allah SWT dalam Qur’an Surat Az-Zariyat ayat 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku

Sebebas-bebasnya hidup pasti akan dibatasi oleh kematian. Hal yang terburuk bagi manusia adalah kematian, karena dengan datangnya kematian, maka manusia tidak akan pernah berbuat apa-apa lagi. Jangankan berbuat, berpikir saja manusia sudah tidak bisa lagi karena tubuh sudah ditinggalkan oleh rohnya. Kematian ini, akan datang dan menghampiri setiap manusia dan tidak mungkin meleset.

Dengan mengingat kematian, diharapkan setiap mukmin menghilangkan ketergantungan dan ketamakan hati terhadap dunia dan kesenangan-kesenangannya.

Dengan mengingat kematian, sudah seharusnya manusia memendekkan angan-angan untuk dunia dan hanya mengharapkan kehidupan di negeri akhirat yang kekal. Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surat Al-‘Ankabut Ayat 64

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

Dengan demikian, hendaklah setiap hamba mempersiapkan diri untuk menyambut tujuan akhirnya yaitu kematian, dengan cara menyiapkan diri untuk sesuatu setelahnya (akhirat).

Nasehat kedua,

“Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya!”.
Setiap mukmin dibebaskan untuk mencintai siapa saja baik Harta atau jabatan di antara semua makhluk mencintai pasangan, anak orang tua tapi mereka akan dipisahkan salah satunya dengan kematian,sesungguhnya mereka akan berpisah dengannya. Maka, jangan sampai seorang mukmin menyibukkan hatinya dengan kesenangan-kesenangan dunia yang fana berupa istri, anak, harta dan selainnya dari hal-hal yang dicintai.

Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surat Al-Hadid Ayat 20

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Karena itu, bisa jadi semuanya akan pergi darimu, atau bisa jadi kamu yang pergi dari mereka! Maka sibukkanlah hati dengan kecintaan terhadap Dzat yang tidak akan pernah berpisah dan tidak akan pernah terpisah, yaitu dengan mengingat Allah SWT dan melakukan amal shalih yang dicintai oleh-Nya.

Nasehat ketiga,

“Berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya!”. “Berbuatlah sesukamu” berarti bahwa manusia bebas melakukan perbuatan yang baik maupun yang buruk sesukanya. Namun semuanya akan berakhir saat kematian datang,

selanjutnya setelah kematian ternyata ada perhitungan dan pembalasan di akhirat. Setiap orang akan diberi putusan sesuai dengan konsekuensi dari perbuatannya.

Allah SWT berfirman Dalam Qur’an Surat Fussilat Ayat 40
ۚ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ ۖ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Q.S. Az-Zalzalah 99 : 7-8).

Setiap balasan sesuai dengan amal yang telah dikerjakan, jika amalan yang dikerjakan tersebut baik, maka balasannya akan menyenangkan dan jika buruk, maka perjumpaan dengan balasan tersebut akan sangat menyedihkan.

Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan,bukan maksud ingin menggurui tapi saling mengingatkan
Fastabiqul Khoirot, nashrun minallah wafathun Qoriib
Wabasyiril Mu’minin
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barokatuh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.