Home Kultum Jadikan Romadhon Tahun Ini lebih Bermakna dan Istimewa.

Jadikan Romadhon Tahun Ini lebih Bermakna dan Istimewa.

35
0

Kultum Ramadhan disampaikan oleh Ustadz H. Mukhlis Abdillah Sumanan,SE

Tema : Jadikan Romadhon Tahun Ini lebih Bermakna dan istimewa.

Surat Al-Baqarah Ayat 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Jama’ah sholat Dzuhur yang berbahagia,

Mari kita introspeksi pada diri kita apakah kita sudah maksimal dalam beribadah dibulan Romadhon ini ?

Ada sebuah kisah tentang kesungguh sungguhan seorang murid Imam Malik bin Anas dalam belajar ilmu. Pada suatu kali sekelompok murid yang masih muda belia sedang belajar dengan Imam Malik di Masjid Nabawi. Lalu ada yang berteriak di luar masjid : Ayo lihat gajah, ini ada musafir datang ke negeri kita membawa gajah.

Orang orang berkumpul melihat gajah termasuk murid murid Imam Malik yang tengah belajar dan Imam Malik tidak melarang. Tapi ada satu murid yang tidak ikut keluar melihat gajah sehingga tinggallah dia berdua dengan Imam Malik di ruangan belajar. Namanya Yahya bin Yahya al Andalusi.

Imam Malik bertanya kepada Yahya : Kenapa engkau tidak ikut bersama teman temanmu keluar untuk melihat gajah. Bukankah di negerimu tidak ada gajah. Yahya menjawab : Syaikh, sungguh aku datang dari kampungku yang jauh, Andalusia (Spanyol) ke Madinah disuruh orang tuaku untuk belajar ilmu agama bukan untuk melihat gajah.

Imam Malik sangat kagum dengan kesungguh sungguhan anak ini dalam belajar. Sebagai ungkapan rasa kagum Imam Malik kepada Yahya lalu beliau memberi gelar Yahya : Orang paling bijak dari Andalus. Beberapa waktu kemudian setelah selesai belajar maka ketika Yahya mau pulang ke Andalusia diberi hadiah oleh Imam Malik dengan satu manuscript Kitab Hadits al Muwatha’ yang ditulis beliau. (Kitab ‘Uluw al Himmah).

Insya Allah kisah ini ada manfaatnya bagi kita semua,

Pada kesimpulannya, mari dibulan yang penuh Ampunan dan Rohmat ini, kita fokuskan untuk ibadah dengan meraih pahala yang banyak dan berlipat ganda serta mendapatkan ampunan dari Allah SWT bukan mengejar godaan yang lain, seperti Gajah Besar berupa : Diskon besar di pasar Swalayan, Kesibukan Mudik dan kesibukan yang lain, sedang Ibadah kepada Allah SWT, di tinggalkan, Na’uzubillah min Dzalik.

3 (Tiga) golongan sikap manusia menyambut bulan Ramadhan.

Yang pertama adalah mereka yang begitu sedih dengan kedatangan bulan Ramadhan. Mereka seperti orang yang mau mati kala mengingat segala kesenangan dan aktivitas duniawi mereka akan segera sirna, tidak bisa lagi menikmati hidangan lezat di siang hati, harus berhaus-haus menanti saat berbuka, harus ini harus itu dan sebagainya. Mereka begitu merasa sedih dengan datangnya bulan ini, yang terbayang adalah mereka akan merasa kehausan, merasa lapar, tak bisa lagi bebas sesuka hati berbuat ini dan itu, mereka khawatir pekerjaan yang mereka usahakan selama ini akan terganggu dan tidak optimal dengan datangnya perintah puasa. Maka inilah golongan yang paling merugi diantara seluruh umat manusia, na’udzu billah min dzalik.

Bulan yang seharusnya menjadi bulan pendulang pahala sebanyak-banyaknya, bulan yang seharusnya menjadi pencuci dosa dan jiwa yang kelam, justru menjadi momok yang begitu mengkhawatirkan bagi mereka, sungguh kita merugi jikalau dihati kita ada terbesit perasaan dan fikiran seperti itu.

Yang kedua adalah golongan yang biasa-biasa saja. Tidak tahu dengan keberadaan Ramadhan, tidak tahu bahwa Ramadhan sebentar lagi datang, tidak mau peduli mempersiapkan kesibukan di bulan Ramadhan. Sebaliknya mereka malah sibuk mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan untuk idul fitri, melengkapi isi lemari es mereka, memenuhi lemari mereka dengan pakaian-pakaian baru, sementara mereka lupa akan esensi utama dari bulan Ramadhan sehingga tanpa sadar mereka pun melupakan bulan Ramadhan. Mereka tidak benci, tidak pula senang dengan adanya bulan ini, mereka menjadikan Ramadhan layaknya sebelas bulan lainnya, datang dan pergi begitu saja, maka merugilah golongan ini karena mereka melupakan keagungan bulan ini, mereka lupa dengan maghfirah yang begitu luas di dalamnya, maka bagaimana mungkin keagungan itu mau mengingat dan menghampiri mereka sementara mereka melupakannya.

Yang ketiga adalah golongan orang-orang yang begitu rindu dengan bulan Ramadhan, tiga bahkan enam bulan sebelumnya mereka sudah terngiang-ngiang dengan kedatangan bulan ini. Sibuk, semakin sibuk di hari-hari menjelang bulan Ramadhan, sibuk mempersiapkan segala hal agar mereka siap di kala Ramadhan tiba. Mereka menyiapkan mushaf untuk mereka khatamkan, kalau perlu mereka ganti dengan yang baru agar mendapat semangat baru ketika membacanya, atau paling tidak memperbaharui sampulnya, mereka siapkan baju terbaik mereka untuk di pakai kala menghadap rabbnya di hari-hari bulan agung ini, mereka cuci sarung-sarung mereka, mereka bersihkan mukena-mukena mereka.

Begitu gembira, itulah yang menggambarkan suasana hati mereka yang dipenuhi iman dan kerinduan akan ampunan. Target-target besarpun telah mereka susun untuk menjadi insan Ramadhan sejati, tak ada kesedihan bagi mereka melainkan kesedihan atas dosa-dosa dan kesedihan akan ditinggal pergi Ramadhan. Mereka faham betul akan tidak adanya bulan lain yang melebihi keagungan bulan ini. Inilah golongan yang dirindukan Ramadhan dan dirindukan syurga.

Semoga kita semua digolongkan menjadi orang yang bertaqwa yang menyambut, mengisi dan beribadah dibulan Romadhon dengan penuh Keimanan dan keikhlasan, Amin.

Nashrun min Allah wa fathun qoriib
Wabasyiril mu’minin
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barokatuh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.