Home Kultum Menciptakan Kekhusyu’an dalam Ibadah

Menciptakan Kekhusyu’an dalam Ibadah

359
0


Kultum Dzuhur disampaikan oleh Ustadz Dr. Erpin Harahap,M.Pd

Tema : Menciptakan Kekhusyu’an dalam Ibadah

Jama’ah Sholat Dzuhur yang berbahagia
Izinkan kami menyampaikan amanah kultum Dzuhur, dengan sepatah dua patah, sebagai berikut:

Surat An-Nisa’ Ayat 103

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا

Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman

Perintah Menjaga Shalat Wajib dan Larangan serta Ancaman yang Sangat Keras bagi yang Meninggalkannya

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا )) رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ ))

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) [HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

Telah kita ketahui bersama bahwa ibadah sholat adalah ibadah yang harus dilakukan oleh seorang muslim karena telah diperintah oleh Allah SWT dan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Ibadah sholat adalah ibadah yang pertama kali di nilai dihari kiamat dan waktu sholat telah ditentukan, maka jika ibadah sholat kita baik akan menjadi investasi amal ibadah, sebagai pahala untuk mendapatkan surga firdaus-Nya Allah SWT.

Kadang juga ada sebagian dari kalangan saudara kita sesama muslim yang berkelakar dengan nada ” Apakah sholat kita akan diterima oleh Allah SWT? “

Jawabannya: Memang tidak ada satu orang manusia pun yang berhak menentukan apakah sholat kita diterima atau tidak, karena itu semua hak prerogatif Allah SWT.

Tetapi dengan kita Mempelajari, Memahami, Mendalami dan Mengamalkan, Muhasabah , merenung serta mengistiqomahkan serta menjihadkan ilmu Agama yang sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah insyaallah Ibadah kita khusyu’ dan diterima oleh Allah SWT.

Sebagaimana dalam hadits, bahwa perkara yang pertama kali dihisab adalah sholat, ini  menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kita harus terus memperbaiki cara sholat kita agar sesuai dengan perintah Allah SWT dan ‘Ittiba kepada Rosulallah SAW.

Dalam Firman Allah SWT surat Al Mu’minun ayat 1-11 tentang kegembiraan bagi orang yang berhasil dan khusyu’ dalam sholat disebutkan akan mendapatkan surga Firdaus, sebagai berikut;

Surat Al-Mu’minun Ayat 1
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ

1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

Surat Al-Mu’minun Ayat 2
الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

2. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam Sholatnya,

Surat Al-Mu’minun Ayat 3
وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,

Surat Al-Mu’minun Ayat 4
وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ

4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,

Surat Al-Mu’minun Ayat 5
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ

5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

Surat Al-Mu’minun Ayat 6
إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

Surat Al-Mu’minun Ayat 7
فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Surat Al-Mu’minun Ayat 8
وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

Surat Al-Mu’minun Ayat 9
وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.

Surat Al-Mu’minun Ayat 10
أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ

10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi

11. Surat Al-Mu’minun Ayat 11
الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Secara pemaknaan  firman Allah SWT di dalam Qur’an Surat Al-Mu’minun Ayat1-11 sebagai Tabsyir atau kabar gembira, ada elemen orang muflih yakni orang beruntung, bagi yang telah menunaikan ibadah Sholat dengan Khusyu’ insyaallah meraih surga firdaus.

الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Pindah ke surat berikutnya masih tentang orang sholat, tapi ayat ini membicarakan Tandzir atau warning atau peringatan bagi orang yang melaksanakan Sholat. Siapkah ia ?

Surat Al-Ma’un Ayat 4
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat

Surat Al-Ma’un Ayat 5
الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya

Kalimat فَوَيْلٌ
Bisa diartikan: Sifat Celaka, atau Orang Sholat dengan Lalainya masuk neraka Wail, Na’uzubillah min dzalik.

Mari Kita selalu berdoa agar Amal ibadah sholat kita termasuk ibadah yang khusyu’.Amin

Kita Menciptakan Kekhusyu’an dalam ibadah Sholat !

Arti Khusyu’
Ada yang memaknai khusyu sebagai ” khouf, Takut Kepada kebesaran Allah SWT,layu, kering, Tawadhu,menundukkan pandangan dan merendahkan suara”

Secara istilah Ibnu Qayyim Al Jauziyah menyatakan bahwa khusyu’ yakni tunduk dan menyerakan kepada Allah SWT mematuhi perintah, merendah dan tenang.

Mendirikan sholat penuh sopan, dengan ketaatan,tunduk dan mengagungkan perintah, rasa takut,merasa selalu diawasi Gerakan pelan dan penuh penghayatan dan berharap Ampunan Allah SWT.

Ibnu ‘Abbas Radhiallahu’anhu berkata: “(Orang-orang yang khusyu’ adalah) mereka yang selalu tunduk dan merendahkan diri (kepada Allah Ta’ala). al-Hasan (al-Bashri) dan Qatadah berkata: “(Mereka adalah) orang-orang yang selalu takut (kepada-Nya)”. Muqatil berkata: “(Mereka adalah) orang-orang yang merendahkan diri (kepada-Nya)”. Mujahid berkata: “Khusyu’ adalah menundukkan pandangan dan merendahkan suara”. Khusyu’ (artinya) mirip dengan khudhu’, cuma khudhu’ ada pada (anggota) badan, sedangkan khusyu’ ada pada hati, badan, pandangan dan suara. Allah Ta’ala berfirman:

{وَخَشَعَتِ الأصْوَاتُ لِلرَّحْمَنِ}

“Dan (pada hari kiamat) khusyu’lah (merendahlah) semua suara kepada Yang Maha Pemurah” (QS Thaahaa: 108)”9.

Ada tiga cara/kiat untuk mencapai sholat khusyu’

1. Secara Lahiriyah
Gerakan dan ucapan ibadah Sholat harus sesuai perintah Allah SWT dan ‘ittiba kepada Rosulallah SAW, meningkatkan level pengetahuan kita, Memahami dan mengamalkan ilmu Islam lebih mendalam, 

2. Secara Batiniyah
Mengosongkan pikiran dalam hati dari urusan keduniaan, hanya memikirkan kebesaran Allah SWT, takut, mengharap meresapi, memaknai, sering kita sebut dalam melaksanakan Ibadah Sholat kita sedang online dengan yang maha online, Allah SWT maha dekat dan selalu online dalam setiap Do’a dan aktivitas hamba-Nya.

Surat Al-Baqarah Ayat 186

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

3. Indikator Pendukung
Tempat sebagai Sarana dan Prasarana yang bersih dan suasana yang mendukung, insyaallah akan menghantar kita pada Kekhusyu’an dalam ibadah Sholat dan kita semua semoga mendapatkan Surga Firdaus Allah SWT, Amin

Semoga bermanfaat
Kurang lebihnya mohon maaf
Nashrun min Allah wa fathun qoriib
Wabasyiril mu’minin
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barokatuh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.