Kultum Dzuhur disampaikan oleh Ustadz Ahmad Sarif,M.Pd.
Tema : Jika Ridho Allah SWT telah Didapat, Keuntungan Dunia dan Akhirat akan Melekat ! Bagaimana Caranya ?
Sebagai seorang yang beriman tentu kita mengIdam-Idamkan, Mengharapkan, Bercita-cita meraih Ridho Allah SWT.
Segala Gerak, Aktivitas kita, Amal kita dari Bagun Tidur sampai Tidur lagi, dari mulai Hidup sampai Ajal menjemput Tujuannya adalah Menggapai Ridho Allah SWT.
Jangankan Amal Ibadah yang dilakukan untuk Akhirat bahkan Urusan sekecil dan Sehalus apapun yang ada Di dunia ini Standarnya adalah Apakah Allah SWT Ridho apa tidak ?
Saya Berkerja, Saya Makan, Saya Berpergian, saya belajar ilmu tertentu apakah Allah SWT Ridho atau tidak ?
Karena Jika Ridho Allah SWT telah didapat maka Rahmat, Karunia dan Keberkahan Allah SWT akan melekat dan menghampiri kita.
Aktivitas akalu Allah SWT telah meridhoinya maka akan ada keberkahan.
Pertanyaannya adakah cara, Kiat, Tips khusus untuk meraih, mendapatkan dan mengunduh Ridho Allah SWT ?
Jawaban : Ada, Present, Yes, Sure.
Ada 3 ( Tiga ) Kiat Khusus Meraih Ridho Allah SWT
1. Memeluk Islam dan Menjalankan Syariat Islam
Dalam Qur’an Surat Al Madinah ayat ke 3 sebagai Wahyu Terakhir, Allah SWT mengatakan bahwa Ridho Allah SWT akan didapat bagi yang beragama Islam.
Qur’an Surat Al-Ma’idah Ayat 3
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.
Cara pertama dan utama meraih Ridho Allah SWT adalah memeluk Agama Islam, hal ini juga Diperkuat dengan Qur’an
Surat Ali ‘Imran Ayat 19
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.
Bagi kita ummat Islam, agama yang benar adalah Islam, menurut Agama lain, sesuai dengan persepsi mereka. Kita kuatkan pondasi Aqiqah keberislaman kita yang Rahmatan Lil alamin.
Apakah selesai sampai disitu ?
Jawaban : tidak
Selanjutnya yakni setelah berislam maka Jalankan Syariat Islam dengan Baik dan Benar Apa saja perintah Allah SWT maka harus dikerjakan mulai dari Sholat, Zakat Puasa maupu menunaikan Ibadah Haji,
Apa saja Larangan Allah SWT maka harus ditinggalkan.
Ridho Allah SWT akan didapat bagai Orang yang menjalankan Perintah-Nya sebagai Firman Allah SWT dalam Qur’an Surat Al-Bayyinah Ayat 8
جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya
Kita menjalankan syariat Islam secara umum dan Kita tidak perlu ragu-ragu apakah sholat, Zakat dan Ibadah kita Diridhoi Allah SWT apa tidak ?
Jawabannya sepanjang itu perintah Allah SWT dan Dilakukan dengan ikhlas, Sesuai Aturan Al Qur’an dan As Sunnah Al Maqbullah maka Allah SWT akan meridhoinya.
Perumpamaannya yakni satu-satu jalan Menggapai Ridho Allah SWT adalah menjalani Perintah dan Menjauhi Larangan Allah SWT.
2. Berbakti kedua orang tua
رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ
“Ridha Allah ada pada ridha kedua orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim)
Ketaatan seseorang setelah kepada Allah SWT dan mencontoh Nabi. Adalah kepada Orang Tuanya yang paling berjasa Mengandung, Melahirkan, Mengurusi, membesar yang tidak mungkin bisa terbayar. Maka kita Harus berbakti kepada orang tua kita.
Mau cari keberkahan tidak perlu cari kuburan keramat, Tempat Kramat, Cari Berkah Ke Kiai, Ajengan, Ustadz, tidak perlu Jauh-jauh, Tidak Perlu Repot-repot, yang Dekat dan Dirumah pun ada yakni Berbakti kepada Kedua Orang Tua kita.
Pemuda yang ingin meminang Istri, Mahasiswa yang mau Ujian tidak perlu datang ke kiai tetapi datangilah orang tua kita mohonlah Do’a kepada Mereka Insyaallah Allah SWT akan Ridho.
3. Bersyukur kepada Allah SWT
Al Qur’an Surat Az-Zumar Ayat 7
وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ
dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu;
Bersikap Syukur akan semua keadaan baik senang maupun Susah, itu akan mendatangkan Ridho Allah SWT
Seseorang diberikan Banyak harta maupun sedikit Harta, diberikan Kesenangan ataupun kesengsaraan itu bukan Standard Apakah diridhoi Allah SWT atau tidak ?
Buktinya kenapa ada Orang yang sangat kaya dan berlimpah kekayaan malah Allah SWT tenggelamkan kedalam bumi yakni Qorun
Dan orang yang meraih kekuasaan tapi juga Allah SWT tenggelamkan di lautan yakni Fir’aun.
Kita diberikan Kesenangan belum tentu Allah SWT Ridho
Kita diberi Kesengsaraan belum tentu juga Allah SWT menghinakan kita
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Qur’an Surat Al Fajr
Yang terbaik menurut Allah SWT
Standar
Banyak duit berangkat
Kebahagiaan dan kesengsaraan bukan kebahagian Ridho Allah
Kalau Allah SWT ridho dengan orang kaya kenapa qorun
Ketika kita di beri kesempitan belum tentu Allah SWT murka, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surat Al-Fajr Ayat 15
فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ
Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.
Fayakulu Robbi akroman Allah SWT sanyang
Al Fajri
Surat Al-Fajr Ayat 16
وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ
Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.
كَلَّا
Sekali-kali tidak (demikian),
Standar kehidupan Bukan kita yang menentukan Baik dan Buruk pemberian Allah SWT tapi langkah dan tindakan kita adalah untuk dan harus bersyukur akan segala keadaan,Itulah yang terbaik untuk kita.
Sikap Syukur mendatang Ridho Allah SWT,
Semoga 3 (tiga) yang kita lakukan dapat meraih Ridho Allah SWT
Semoga bermanfaat
Nashrun minallah wafathun Qoriib
Wabasyiril Mu’minin
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barokatuh