Home Kultum Hakikat Puasa (Shoum)

Hakikat Puasa (Shoum)

273
0

Kultum Dzuhur Disampaikan oleh Ustadz Irwan,MA

Tema : Hakikat Puasa ( Shoum )

Surat Al-Baqarah Ayat 183
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa

Hakikat yaitu kebenaran, sesungguhnya.

Hakikat puasa menahan dari yang membatalkan mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Menahan hawa nafsu baik yang dihalalkan maupun yang diharamkan.

Berpuasa tidaklah sebatas menjaga nafsu dan syahwat. Namun lebih dari itu berpuasa adalah menjaga diri agar tidak melakukan berbagai hal yang dibenci oleh Allah, baik yang bisa dilakukan oleh mata, lisan, telinga, atau bagian tubuh yang lain. Menjaga diri agar tidak berkata hal-hal yang sia-sia, juga agar tidak mendengar apa yang diharamkan oleh Allah untuk dilakukan termasuk dalam makna luas puasa.

Sejalan dengan makna ini ada sebuah hadits dimana Rasulullah SAW bersabda “Lima hal ini bisa membuat puasa seseorang tidak sah: berbohong, menggunjing, mengadu domba, sumpah palsu, dan melihat dengan syahwat”.

Latihan, pendidikan dan menahan puasa sebulan penuh dalam ibadah shoum dengan sungguh- sungguh maka hasilnya akan terlihat dibulan-bulan selanjutnya apakah menjadi lebih baik, lebih sholih, lusus atau tidak,lebih bertaqwa atau sebaliknya.

Ibadah shoum Romadhon adalah ibadah untuk Allah SWT dan Allah SWT yang langsung menilainya sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِي وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Allah Swt berfirman, puasa itu untukku dan Aku yang akan langsung mengganjarnya. Seseorang mengabaikan syahwat, keinginannya untuk makan dan minum hanya karena Aku. Puasa merupakan tameng. Ada dua kebahagiaan orang yang berpuasa: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu Tuhannya. Aroma mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dibandingkan wangi minyak Misik.” (HR. Al-Bukhari)

Beribadah dibulan Romadhon jangankan ibadah wajib ibadah Sunnah saja dilipatgandakan bahkan hampir setara dengan ibadah wajib.

Orang-orang bertaqwa yang mengetahui hanya dirinya dengan Allah SWT. Orang lain tidak mengetahuinya mereka menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.

Mari kita tingkatkan iman dan taqwa kita dibulan Romadhon yang penuh dengan Rohmat, ampunan dan keberkahan sebagai kesempatan kita mendapatkan Bekal ketaqwaan diakhirat nanti.

Semoga bermanfaat
Nashrun minallah wafathun Qoriib
Wabasyiril Mu’minin
Wassalamu’alaikum Wr Wb

Previous articleJangan bangga dengan amal yang telah kita perbuat
Next articleCara menentukan Awal Romadhon dan Syawal ( Idul Fitri ) di Muhammadiyah

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.