Home Kultum Kultum Dzuhur disampaikan oleh Ustadz Sutarji,MM

Kultum Dzuhur disampaikan oleh Ustadz Sutarji,MM

428
0

Kultum Dzuhur disampaikan oleh Ustadz Sutarji,MM

Tema : Cashflow Quadrant usaha mengatur keuangan masa depan

بسم الله الرحمن الرحيم

عن نعيم بن عبد الرحمن الأزدي قال: بلغني أن رسول الله قال: تسعةُ أعشارِ الرزقِ في التجارةِ قال نعيمٌ : العشرُ الباقي في السائمةِ ، يعني : الغنمَ

Dari Nu’aim bin ‘Abdir Rahman al-Azdi, dia berkata: Telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sembilan persepuluh (90 %) rezki ada pada (usaha) perdagangan”. Nu’aim berkata: “Usaha sepersepuluh (10 %) sisanya ada pada (ternak) kambing”.

Cashflow Quadrant merupakan buah pemikiran Robert Kiyosaki, seorang entrepreneur, educator, dan investor yang percaya bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk mengubah hidup, mengatur keuangan masa depan, dan menjadi kaya seperti yang setiap orang dambakan

4 Cashflow Quadrant Robert Kiyosaki
Kuadran E – Employee
Kuadran E adalah kuadran pertama yang berada paling kiri dalam diagram Cashflow Quadrant. Dalam Cashflow Quadrant, kuadran kiri diasosiasikan sebagai ‘mesin pencetak uang’ bagi golongan kuadran yang berada di sebelah kanan.

Huruf ‘E’ melambangkan kata Employee dalam bahasa Inggris yang berarti karyawan atau pegawai. Mereka merupakan orang-orang yang bertumpu pada pendapatan tetap hasil kerjanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Hanya saja orang yang termasuk dalam kuadran E harus mengerahkan seluruh tenaga, waktu dan pikirannya untuk bekerja demi uang. Jika mereka tidak bekerja, itu artinya tidak ada uang yang akan mereka dapatkan.

Orang-orang di kuadran E cenderung merasa nyaman dengan posisinya dan tidak berani memikul risiko yang lebih besar.

Dengan menjadi pegawai di sebuah perusahaan besar bertaraf multinasional atau global tentunya kamu akan mendapatkan gaji yang cukup, kenaikan gaji tahunan, tunjangan berupa asuransi, dan bonus tahunan.

Jenjang karir seorang pekerja di perusahaan tersebut juga jelas dan gajinya mampu memenuhi kebutuhan hidup pekerjanya. Contoh orang-orang yang berada dalam kuadran E yaitu: Karyawan, pegawai, buruh.

Kuadran S – Self-employed Business
Kuadran kedua yang berada di sebelah kiri berikutnya yaitu kuadran S. ‘S’ merupakan singkatan dari Self-employed Business yaitu orang-orang yang berada satu tingkatan di atas orang-orang yang termasuk dalam kuadran E.

Mereka yang termasuk dalam kuadran S lebih berani mengambil risiko dengan memiliki atau menjalankan usahanya secara mandiri, tetapi bisnis tersebut tidak dapat dilepas dan bekerja dengan sendirinya. Melainkan butuh turun tangan langsung dari pemiliknya.

Bayangkan saja, bila bisnismu memiliki karyawan, karyawan tersebut hanya bekerja selama 8 jam per hari. Namun, si pemilik bisnis harus siap kapan saja untuk memikirkan strategi selanjutnya demi perkembangan bisnisnya.

Seorang self-employed tidak boleh bermalas-malasan, harus memiliki kemampuan perencanaan keuangan yang baik dan seorang yang visioner.

Berada pada fase ini merupakan langkah terbaik bagi kamu yang memiliki impian untuk mencapai fase kebebasan finansial seperti yang terjadi pada kelompok di kuadran kanan.

Contoh orang-orang yang termasuk dalam kuadran S yaitu pelaku UMKM, pengacara, pekerja lepas industri kreatif, dokter, dan lain-lain.

Kuadran B – Big Business
Semua orang yang tergolong dalam self-employed dapat mencapai fase ini apabila ia giat, bersungguh-sungguh dan bekerja keras untuk mengembangkan bisnisnya ke tahap yang lebih tinggi lagi.

Posisi kuadran B yaitu berada di sebelah kanan, bersebrangan dengan kuadran E dan S.

Mereka yang termasuk dalam kuadran B yaitu pemilik perusahaan dengan jumlah karyawan lebih dari 500 orang. Kuadran B mampu mengumpulkan orang-orang dalam kuadran E menjadi satu kesatuan yang solid dalam sebuah tim guna mencapai kesuksesan besar.

Individu kuadran B seperti tinggal mengeruk keuntungan, entah ia turun tangan untuk bisnisnya atau tidak, akan tetap menghasilkan uang. Hal ini karena sistem yang ia rancang bagi perusahaannya dapat bekerja sendiri seiring semakin berkualitasnya karyawannya.

Hal ini karena individu B memiliki kemampuan untuk mengelola Sumber Daya Manusia-nya (SDM) juga. Tentu untuk mencapai fase ini sangat sulit, tapi kalau kamu memiliki kemauan untuk terus belajar, mudah beradaptasi dan kemampuan untuk melihat peluang, tentunya bukan kemustahilan.

Contoh orang-orang yang termasuk dalam kuadran B yaitu CEO Gojek, Jack Ma (Alibaba), CEO Tokopedia (William Tanuwijaya).

Kuadran I – Investor
Nah, inilah puncak dari Cashflow Quadrant. Kuadran I merupakan singkatan dari Investor, letaknya berada di sebelah kanan serupa dengan kuadran B.

Mereka yang termasuk dalam kuadran I lebih kaya daripada orang-orang dalam kuadran B. Mereka diyakini menguasai 44% dari total kekayaan penduduk dunia.

Jumlahnya pun tidak banyak, menurut Credit Suisse Global Wealth Report pada tahun 2019, hanya 1% dari penduduk dunia yang memiliki kekayaan lebih dari 1 juta dolar AS.

Mereka biasa dikenal dengan sebutan The Richest 1% yang memiliki banyak bisnis pada skala kuadran B. Pada fase ini kuadran I tidak perlu lagi bekerja untuk mendapatkan uang, karena uang telah bekerja dengan sendirinya.

Tentunya sangat berbeda jauh bila dibandingkan dengan kuadran E dan S kan? Kuadran E dan S masih harus bekerja untuk mendapatkan uang, sedangkan kuadran I seakan-akan tidur pun tetap dapat uang.

Tapi tentu saja mereka yang berada pada fase kuadran I pernah merasakan kegagalan, dan fase ini tidak mungkin didapatkan secara instan.

Mereka memiliki ciri utama seperti kebebasan finansial, kebebasan waktu, banyaknya ilmu dan pengalaman. Contoh orang-orang yang berada dalam kuadran I yaitu Jeff Bezos, Warren Buffet, Larry Page, dan konglomerat lainnya.

Semoga bermanfaat
Nashrun minallah wafathun Qoriib
Wabasyiril Mu’minin
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barokatuh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.