Home Kultum Berikan selalu Kalimat Positif untuk Diri, Keluarga dan Masyarakat

Berikan selalu Kalimat Positif untuk Diri, Keluarga dan Masyarakat

32
0

Kultum Dzuhur disampaikan Oleh Ustadz H. Muchlis Abdillah S, SE

 

Tema : Berikan selalu Kalimat Positif untuk Diri, Keluarga dan Masyarakat

 

 

Surat An-Nisa’ Ayat 9

 

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

 

 

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

 

Jama’ah Sholat Dzuhur yang berbahagia,

 

PADA 1939, George Dantzig adalah mahasiswa sebuah universitas di Amerika Serikat (AS). Pada suatu hari, ia datang terlambat pada mata kuliah matematika Prof. Jerzy Neyman. Ketika masuk kelas, ternyata dosen dan teman-teman kuliahnya sudah pulang.

 

George kemudian melihat dua buah soal pada papan tulis. Pikirnya, itu pasti PR yang baru diberikan oleh sang profesor! Dia pun segera mencatat pada bukunya dan pulang.

 

Berhari-hari dia mencoba untuk menyelesaikan PR tersebut, berbagai cara ia coba. “Tidak biasanya dosen memberi tugas demikian sulitnya, tapi pasti ada jawabannya… pasti ada…,” gumamnya.

 

 

Pada akhirnya, ia berhasil mengerjakan soal nomor 1. Keesokan harinya ia pun mengumpulkan tugas tersebut, yang diletakkan di ruang kerja profesornya.

 

Siang hari, ia dicari oleh sang profesor yang bertanya keheranan, sekaligus penuh semangat, “Bagaimana kamu bisa menyelesaikan soal tersebut?”

 

George menjelaskan semua usahanya.

 

Anda tahu apa jawaban dari sang profesor tersebut?

 

 

Soal itu ternyata ditulis oleh sang profesor ketika ia sedang menjelaskan tentang dua buah soal tersulit di muka bumi ini dan hingga saat itu belum ada yang bisa memecahkannya!

 

 

Berarti, kalau saja saat itu George mengikuti mata kuliah tersebut, mungkin saat itu ia berpikir bahwa itu memang soal tersulit; juga berpikir bahwa memang tak ada seorang pun dapat menyelesaikannya.

 

 

George Bernard Dantzig kemudian menjadi profesor yang sangat terkenal dan disegani di Stanford University.

 

Dialah pemecah soal tersulit, dan dia memecahkannya ketika dia memang tak tahu bahwa yang dikerjakannya adalah soal tersulit di dunia ini.

 

 

Makna dari Kisah Tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pola pikir seseorang di pengaruhi oleh orang lain dan disekelilingnya, maka ketika orang mengatakan soal itu sulit dan disetujui dan dipengaruhi orang lain, berbeda dengan apa yang dialami George Bernard Dantzig, karena ia terlambat kuliah dan berpikir ada Pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan maka ia mampu menyelesaikannya dengan usahanya berhasil.
  2. Semua pembimbing baik itu Guru, Dosen atau pengajar yang lain harus selalu memberikan Motivasi kepada peserta didiknya untuk selalu mencari solusi out the box, kreatif dalam mencari solusi
  3. Guru, Dosen atau pengajar yang lainnya harus memberikan kalimat yang lemah lembut dan mengucapkan perkataan yang benar
  4. Kebanyakan orang mudah sekali menerima dan menyetujui kalimat negatif, karena mereka mengalami trauma sedikit sukses dan banyak dari hal yang belum berhasil.
  5. Keberhasilan yang kita capai teramat banyak, namun jarang di syukuri, misalnya : kita diberikan keberhasilan bangun pagi yang dimana banyak orang yang tidak bisa bangun pagi, kita diberikan kesehatan hidup, bahan makanan, keluarga tercinta dan dapat beribadah ini adalah pencapaian keberhasilan yang patut dan harus disyukuri dan dirayakan, karena betapa banyak orang yang tidak dapat melakukannya karena mereka terbaring dirumah sakit, tidak mampu berdisi dan ketergantungan alat, maka kita harus mensukuri segala nikmat yang Allah berikan diantaranya : Nikmat Hidup, Waktu Luang, Usia Muda, Waktu lapang, dan Waktu mampu sebelum semuanya Hilang.

 

Sejatinya, motivasi adalah suatu perkara yang dibutuhkan dalam diri seseorang. Motivasi belajar dan motivasi kehidupan sama bermanfaatnya bagi seseorang yang memiliki tujuan  yang baik maupun untuk taraf hidup yang lebih baik.

 

Rasulullah Muhammad SAW adalah contoh utama bagi umat Islam dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam memotivasi sahabat dan ummatnya dengan perkataan yang baik dan penuh dengan hikmah, misalnya ketika seseorang yang ingin bersedekah tetapi tidak mempunyai harta,kemudian Rosulallah SAW menyuruhnya untuk shodaqoh tenaga dan jika tidak bisa maka dengan Do’a . Beliau mengajarkan kepada umatnya tentang pentingnya memberikan kepada yang membutuhkan serta memberikan teladan langsung dalam tindakan bersedekah. Rasulullah memberikan inspirasi dan motivasi bagi umat Islam untuk mengikuti jejak beliau dalam berbuat kebaikan.

 

 

Keberhasilan dan kesuksesan merupakan harapan yang dimiliki setiap individu, maka berikanlah kalimat yang baik yang positif serta motivasi bagi anak-anak kita, peserta didik, keluarga dan masyarat untuk meraih keberhasilan dan kebagiaan hidup didunia dan akhirat.

 

Semoga Bermanfaat

Nashrun min Allah wa Fathun Qoriib

Wabasyiril Mu’minin

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Sumber :

https://www.islampos.com/kisah-seorang-mahasiswa-pecahkan-soal-matematika-tersulit-di-dunia-221690/

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.